Tugas Keamanan Komputer

Daftar Nama Kelompok Tugas Keamanan Komputer Kelas 7SIC5

WARNING!

Beberapa hari belakangan ini, saya mengalamin maintenance di blog. Dimana blog tidak dapat dibuka. untuk sementara jika link ini mati, bisa langsung ke class7sic5.blogspot.com Thanks.

Edit Foto Online

Mau edit foto? Tapi gak punya software yang mendukung? cukup sekali klik kamu bisa edit foto via online disini.

JADWAL KULIAH

Jadwal Kuliah STMIK Trigunadharma Kelas Transfer 7SIC5

Diskusi Yuk...

Gak bosem cuma liat-liat doang? yuk diskusi di laman postingan kita, sama-sama pintar,sama-sama cepat tamat deh.

Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan Buatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan Buatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

Manajemen Ketidakpastian Sistem Pakar

Karakteristik umum informasi yang dapat disediakan pada manusia pakar adalah tidak sempurna.
Informasi bisa tidak lengkap, tidak konsisten, tidak pasti, atau ketiganya.
Dengan kata lain, informasi sering tidak cocok untuk menyelesaikan masalah.
Tetapi, pakar dapat mengatasi kelemahan ini dan biasanya dapat membuat koreksi penilaian dan keputusan yang benar.
Sistem pakar juga mempunyai kemampuan untuk menangani ketidakpastian dan membuat kesimpulan yang benar.
Apa maksud uncertainty (ketidakpastian) dalam sistem pakar ?

Uncertainty adalah kurangnya pengetahuan yang dapat membuat kita bisa mencapai kesimpulan yang handal dengan baik [Stephanou and Sage, 1987].
Logika klasik:
IF A is true
THEN A is not false
IF B is false
THEN B is not true
Sayangnya, masalah di dunia nyata dimana sistem pakar dapat digunakan tidak memfasiltasi kita dengan pemangkasan pengetahuan secara jelas. Informasi yang tersedia sering berisi data yang tidak tepat, tidak lengkap, atau bahkan tidak dapat diukur.

Sumber Pengetahuan yang tidak pasti dalam Sistem Pakar

Ada 4: weak implications, imprecise language, unknown data, and the difficulty of combining the views of different experts [Bonissone and Tong, 1985]
weak implications
SP seringkali lemah dalam implikasi dan asosiasi yang tidak jelas.
Domain pakar dan Perekayasa  pengetahuan sulit membangun korelasi antara IF dan THEN.
SP perlu memiliki kemmapuan menangani asosiasi yang tidak jelas: misal dengan menerima tingkat korelasi sebagai faktor kepastian secara numerik.
imprecise language
Bahasa alamiah kita (secara turun temurun) ambigu dan tidak jelas.
Misal: perbedaan pendangan mengenai katasering”, “jarang”, “biasanya”, dsb.
Akibatnya sulit mengekspresikan pengetahuan tersebut secara tepat dalam bentuk aturan produksi IF-THEN.
Ray Simpson (1944) mensurvey makna kata-kata tersebut pada 355 sekolah dan mahasiswa untukmenempatkan 20 istilah ketidakpastian pada skala 0 – 100.
Hakel (1968) melakukan hal yang sama.
unknown data
Jika data tidak diketahui atau hilang, maka jawabannya adalahtidak dapat memberikan kesimpulan
the difficulty of combining the views of different experts

Sumber Pengetahuan yang tidak pasti dalam Sistem Pakar
the difficulty of combining the views of different experts
Sistem Pakar yang besar biasanya menggabungkan pengetahuan dan keahlian sejumlah pakar.
Misal: PROSPECTOR ada 9 pakar yang berkontribusi.
Sayangnya, pakar jarang mencapai kesimpulan yang sama persis.
Mereka biasanya mempunyai pendapat yang berbeda dan menghasilkan aturan yang bertentangan satu sama lain.
Untuk mengatasinya, perekayasa pengetahuan biasanya menyertakan bobot masing-masing pakar, kemudian menghitung kesimpulan komposit.
Tetapi, seorang pakar umumnya tidak mempunyai tingkat keahlian yang sama dalam wilayah domainnya.
Juga tidaka ada metode yang sistematis untuk memperoleh bobot data.

Minggu, 15 Desember 2013

MODEL SISTEM PAKAR - Kecerdasan Buatan

User Interface
User interface memungkinkan manajer untuk memasukkan instruksi & informasi ke dalam sistem pakar

Input Sistem Pakar
User interface dirancang untuk mempermudah dialog dua arah antara sistem & pemakai dengan menampilkan teknik tanya-jawab dan pengisian formulir kemudian muncul bahasa perintah & menu speadsheet elektronik & sistem manajemen base ( DBMS)


Knowledge Base
Knowledge base memuat fakta-fakta yang menjelaskan masalah & juga teknik menerangkan masalah yang menjelaskan bagaimana fakta-fakta tersebut cocok satu dengan yang lain

Interface Engine 
Penalaran Maju : Penalaran maju disebut juga forward chaining dimana sistem pakar akan menguji apakah setiap kondisi benar atau salah

Penalaran Mundur : Penalaran Mundur disebut juga backward chaining